Sebuah Pertanyaan polos

September 22, 2008

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : “tak mungkin, nak”

“Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?” tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: “tak mungkin, nak”

“Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”

Lagi-lagi ayahnya berkata : “tak mungkin, nak”

“Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?” gadis kecil itu bertanya lagi. Baca entri selengkapnya »


“SEMBILAN KADO TERINDAH”

September 12, 2008

Sumber: Milis Unknown

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli !
Meski begitu, sembilan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak
ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN:
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai
harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai Baca entri selengkapnya »


KISAH TENTANG KEBENARAN DAN IBARAT

September 3, 2008

Sumber : Yiddish Folktales

Suatu hari Kebenaran pergi berjalan-jalan dengan bertelanjang diri,

selayaknya bayi yang baru dilahirkan. Namun apa yang terjadi? Orang yang

melihatnya malah berbalik lari menghindari. Tak seorang pun mau mengajaknya

mampir ke rumah mereka. Kebenaran merasa sedih dengan apa yang terjadi. Ia

lalu menemui Ibarat. Ibarat senantiasa mengenakan pakaian yang indah penuh

warna-warni. Ketika melihat Kebenaran, Ibarat berkata, “Katakan, apa yang

membuatmu sedih sobat?”

Dengan getir, Kebenaran menjawab, “Saya sedih. Sangat sedih. Usiaku sudah

sangat tua, namun tak seorang pun mau mengenaliku, bahkan menyapaku. Tak

seorang pun mau menerimaku.” Baca entri selengkapnya »


Pelajaran Penting ke-2 — Penumpang yang Kehujanan

September 1, 2008

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita  negro rapi yang
sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama . Ia  nampak mencoba
bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti  badai. Mobilnya
kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin  menumpang mobil.
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil  yang lewat.
Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti  untuk
menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik  etnis
tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu
negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu
mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu
tadi  bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan
terima kasih  pada si pemuda.

7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule  ini diketuk
seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman  sebuah
televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya.Terselip
surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :”Terima kasih nak,
karena membantuku di jalan tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi
bajuku,  tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya.
Karena  pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang
sedang  sekarat… hingga wafatnya”. Tuhan memberkati anda,karena membantu
saya dan  tidak mementingkan dirimu pada saat itu”

Tertanda Ny.Nat King Cole.
*Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA


Kau tak lagi Bri Mawar padaKu

Agustus 31, 2008

Mawar merah adalah kecintaannya, … namanya sendiri juga Rose
(artinya mawar). Dan setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-
mawar merah yang diikat dengan pita indah.

Pada tahun suaminya meninggal, dia mendapat kiriman mawar lagi.
Kartunya tertulis “Be My Valentine like all the years before”.
Sebelumnya, setiap tahun suaminya mengirimkan mawar, dan kartunya
selalu tertulis, “Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini,
Kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu….”
Dia tahu ini adalah terakhir kali suaminya mengirimkan
mawar-mawar itu.

Baca entri selengkapnya »